Sejarah Perkembangan Wardrobe

Wardrobe saat ini berkembang tidak hanya sebagai perabot yang menjadi tempat penyimpanan baju. Lebih dari itu, wardrobe saat ini menjadi perabot wajib yang ada di setiap rumah dengan berbagai bentuk, gaya, dan model. Namun, pernahkah kalian penasaran kapan dan bagaimana sejarah dari wardrobe?

Sebelum adanya wardrobe, sejarah mengatakan orang-orang menyimpan pakaiannya ke dalam kotak berbentuk peti. Perkembangan wardrobe dimulai pada abad ke 12 saat bangsawan-bangsawan kaya pada masa itu memerlukan tempat penyimpanan untuk pakaian-pakaian mahal mereka yang kemudian mengawali ide terciptanya wardrobe.  

Kata wardrobe pertama kali muncul pada abad ke 14 yang berasal dari bahasa Prancis Kuno “wardereube” yang berarti sipir atau penjaga dan “garderobe” yang berarti pakaian.

Wardrobe dalam perjalannya tidak hanya digunakan untuk menyimpan pakaian, tetapi juga digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga. Pada masa pemerintahan Raja Henry III, bendahara rumah tangga kerajaan ditugaskan untuk menjadi penjaga wardrobe milik Raja Henry III. Eksistensi wardrobe juga diketahui semenjak masa pemerintahan Raja Edward I, dimana beliau memiliki sebuah ruangan yang disebut wardrobe sebagai tempat menyimpan pakaian kerajaannya dan barang-barang berharga.

Henry III via express.co.uk

Pada abad ke-17 bahan untuk membuat wardrobe biasanya berasal dari kayu ek, meskipun merupakan benda yang sangat besar dan berat, kayu ek itu diekspor dari Amerika ke Inggris, melalui jalur laut, selama lebih dari seratus tahun. Namun kemudian, setelah periode penggundulan hutan, pohon kenari dari Amerika menjadi pengganti kayu ek sebagai bahan yang paling banyak digunakan untuk furnitur. Untuk mendapatkan gambaran seberapa besar ukuran wardrobe pada masa awal ini, wardrobe dua pintu didasarkan pada metode ‘delapan pria kecil’, yang berarti bahwa wardrobe dapat menampung delapan pria kecil di dalamnya. Pada abad ke 18 wardrobe dikombinasikan dan menempel dengan tempat tidur, pada masa ini juga praktik diperkenalkannya praktik pemasangan cermin dibagian luar wardrobe, yang sampai sekarang masih digunakan.

Produksi massal furniture terjadi pada abad ke-19, termasuk di dalamnya adalah wardrobe. Peristiwa ini diikuti dengan kemakmuran yang semakin meningkat, yang berarti bahwa orang-orang pada masa itu sudah memiliki lebih banyak pakaian, sehingga wardrobe sudah menjadi sebuah kebutuhan. Wardrobe pada masa ini ukurannya menjadi lebih kecil, meski sudah umum digunakan, namun elit masyarakat masih menggunakannya untuk menunjukkan kekayaan mereka dengan menggunakan wardrobe mewah dari pembuat wardrobe terkenal pada masa itu seperti Sheraton dan Hepplewhite.

Wardrobe awal abad 19 via wallswithstories.com

Perkembangan wardrobe pada abad 20 dan 21 semakin massive dan sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Bisa dikatakan saat ini tidak ada rumah yang tidak memiliki wardrobe. Gaya, model, dan bahan yang digunakan juga semakin beragam. Mulai dari simple, elegan, mewah, dengan berbagai macam warna dan hiasan, serta terbuat dari berbagai macam bahan seperti kayu, besi, dan plastik.

Wardrobe modern minimalis via digsdigs.com
×